Tampilkan postingan dengan label ikan hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikan hias. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

IKAN BADUT MASKOT AQUARIUM DAN DUNIA BAWAH LAUT

Ikan Badut atau kerennya dikenal dengan nama Clown Fish merupakan ikan yang paling sering tampil dalam aquarium laut, foto-foto bawah laut dan iklan di TV. Pendeknya Ikan badut ini menjadi ion atau maskot keindahan dunia bawah laut.  Ikan yang berwarna oranye dan putih cerah ini tampak lucu di tengah-tengah anemon laut yang bergerak kesana kemari. Aquarium laut rasanya tidak lengkap tanpa sibadut lucu ini.
Ikan Badut sendiri banyak jenisnya setidaknya ada 29 spesies yang telah diketahui secara ilmiah. Dari 29 Jenis Ikan Badut ini, 28  jenis ikan badut ini merupakan spesies dari genus Amphiprion, dan hanya  1jenis merupakan spesies dari genus Premnas.  Premnas mempunyai ciri khusus, yaitu adanya semacam duri  yang dijumpai di bawah matanya. 

jenis-jenis ikan badut
Secara umum ikan badut berukuran kecil. Maksimal mereka dapat mencapai ukuran 10 – 15 cm. Berwarna cerah, tubuh lebar (tinggi), dan dilengkapi dengan mulut yang kecil. Sisiknya relatif besar dengan sirip dorsal yang unik. Pola warna pada ikan ini sering dijadikan dasar dalam proses identifikasi mereka , disamping bentuk gigi, kepala dan bentuk tubuh. Variasi warna dapat terjadi pada spesies yang sama; khususnya berkenaan dengan lokasi sebarannya. Sebagai contoh A clarkii merupakan spesies yang mempunyai penyebaran paling luas, sehingga spesies ini mempunyai variasi warna yang paling banyak (tergantung pada tempat ditemukan) dibandingkan dengan spesies ikan badut lainnya.
Ikan badut diketahui merupakan ikan yang mempunyai daerah penyebaran relatif luas, terutama di daerah seputar Indo Pasific. Satu jenis, yaitu A. bicinctus, diketahui merupakan endemik Laut Merah. Mereka, pada umumnya, dijumpai pada laguna-laguna berbatu di seputar terumbu karang, atau pada daerah koastal dengan kedalaman kurang dari 50 meter dan berair jernih. Di perairan Papua New Guinea, bisa ditemukan ikan badut tidak kurang dari 8 spesies.
Di alam, ikan badut mengkonsumsi zooplankton, udang-udangan dan algae yang dijumpai di habitat mereka.


Popularitas ikan badut tidak lepas dari perilaku simbiosisnya dengan berbagai jenis anemon. Anemon, yang bagi jenis ikan lain beracun, bagi ikan badut merupakan tempat berlindung yang aman dan nyaman. Ikan badut kerap dijumpai bersembunyi, berselimut, dan bercengkrama diantara tentakel-tentalel anemon yang beracun.
Di alam, kehadiran ikan badut pada anemon dapat melindunginya dari agresifitas beberapa jenis ikan seperti ikan angle atau ikan butterfly yang akan memangsa tentakelnya. Sebaliknya ikan badut memanfaatkan anemon tersebut sebagai tempat berlindung dari musuh alaminya. Tanpa perlindungan dari anemon, ikan badut hanya dapat bertahan hidup beberapa menit saja sebelum dimangsa oleh musuhnya.
Hidup bersama antara dua jenis mahluk yang jauh berbeda ini sering dijadikan contoh keharmonisan hidup bertetangga
Ikan badut sering pula melakukan tugas bersih-bersih pada tubuh anemon yaitu dengan memunguti remah-remah makanan, atau kotoran lainnya sehingga tubuh anemon bisa terbebas dari berbagai jenis parasit. Sedangkan ikan badut sendiri sering membawakan makanan bagi anemon.
Seperti halnya penghuni laut lainnya, ikan badut sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk melawan racun dari anemon. Meskipun demikian mereka memilki taktik yang jitu bagaimana mengatasi racun tersebut. Tentakel anemon dilapisi oleh lendir yang memiliki kandungan tertentu untuk melindunginya dari sengatan tentakel yang lain atau tersengat oleh tentakel sendiri. Lendir inilah yang dimanfaatkan oleh ikan badut untuk melindungi badannya dari sengatan tentekal anemon. Ikan badut dapat bertahan beberapa saat terhadap sengatan tentakel sebelum lumpuh. Degan cara menggosok-gosokkan badannya secara cepat pada tentakel ikan badut dapat melumuri seluruh tubuhnya dengan lendir antisengat tentakel. Dalam waktu satu jam seekor ikan badut akan bisa memenyelimuti seluruh tubuhnya dengan lendir antisengat tersebut, sehingga pada akhirnya dia akan kebal sama sekali terhadap sengatan tentakel. Dengan demikian, mereka akhirnya akan aman beramain dan berada diantara tentakel-tentakel anemon. Pada malam hari mereka sering tidur dengan berselimutkan tentakel-tentakel tersebut.
Apabila ikan badut dipisahkan dari anemon selama beberapa jam, mereka akan segera kehilangan kekebalannya. Dan untuk menjadi kebal kembali mereka perlu beradaptasi dan memerlukan waktu seperti disebutkan diatas.
Setiap jenis ikan badut memiliki kriteria tertentu dalam memilih anemon. Oleh karena itu, pada waktu membeli ikan anemon alangkah baiknya diketahui terlebih dahulu jenis-jenis anemon yang dikehendaki olah jenis ikan badut yang akan dibeli.

Berbeda dengan jenis ikan lainnya, perilaku kawin ikan badut menunjukkan sifat kebalikan. Apabila ikan lain, diperlukan beberapa betina untuk satu jantan, pada ikan badut justru satu betina memiliki beberapa jantan. 
Ikan badut diketahui bisa berubah kelamin. Selain itu merekapun memiliki hierarki sosial yang ketat. Dalam satu koloni ikan badut yang hidup dalam anemon, biasanya terdiri dari satu betina dewasa yang dominan dan beberapa jantan yang berukuran lebih kecil, serta beberapa ikan badut muda. Ikan-ikan muda ini semua berjenis kelamin jantan.
Apabila si betina mati atau menghilang, jantan dewasa secara biologi akan berganti kelamin menjadi betina. Perubahan kelamin akan berlangsungan selama dua minggu atau lebih. Kemudian jantan terbesar dan tertua yang ada dikoloni tersebut akan menjadi pasangannya. Startegi demikian diketahui mampu mempertahankan kelanjutan keberadaan spesies ikan badut tersebut. Dalam hal ini si jantan yang ditinggal mati betinanya tidak perlu mencari betina lain jauh-jauh. Seperti diketahui, di alam, ikan badut tidak bisa meninggalklan anemonnya lebih dari beberapa meter hanya untuk sekedar mencari betina lain.
Ikan badut dapat menghasilkan telur 300 – 700 butir. Telur tersebut diltekan pada batu-batu dibawah mantel anemon. Telur tersebut akan dijaga oleh badut jantan hingga menetas. Telur pada umumnya akan menetas setelah enam atau tujuh hari. Burayak selanjutnya akan “menjadi” planton dan terbawa arus laut. Setelah 15 hari terapung-apung, makan dan tumbuh, burayak akan berkmebang menjadi badut muda dan siap-siap mencari anemon sebagai rumahnya. 

sumber: o-fish.com

Senin, 22 April 2013

IKAN HIAS AIR LAUT YANG MUDAH DIPELIHARA UNTUK PEMULA

Jika anda baru mulai menjadi penghobi ikan hias air laut, sebaiknya memilih jenis ikan yang mudah dipelihara terlebih dahulu.  Ini penting karena jika anda tidak tahu jenis ikan yang gampang dipelihara, dan anda terlanjur membeli ikan hias air laut yang sebenarnya sulit dipiara dan harganya mahal, pada akhirnya ikan yang anda beli malah mati dan akhirnya anda pun kapok untuk punya aquarium air laut.
Berikut ini beberapa ikan hias air laut yang mudah dipelihara :

Ikan hias laut dari keluarga Damselfish atau Pomacentridae yang secara alami merupakan ikan penghuni terumbu karang (coral reef) ini mudah dipelihara dan gampang dicari.

Dasi biru (Paraglyphidodon melas)
Manukan (Paraglyphidodon nigroris)
Clownfish (Amphiprion ocellaris)
Dakocan (Dascyllus trimaculatus)
Blue Devil (Chrysiptera cyanea)
Betok Kupang (Chrysiptera sp.)
Blue Star (Chrysiptera parasema)
Bintang Malam (Chrysiptera talboti)
Jae-Jae (Chromis viridis)
Podangan (Pomacentrus sp.)
Clownfish pelet (Amphiprion sandaracinos & perideraion)
 
Ikan Hias Laut dari keluarga Wrasse atau disebut sebagai Keling. 
Kenari (Hemigymnus melapterus)
Pinguin hijau dan coklat (Gomphosus varius)
Keling pasir (Anampses melanurus)
Keling Bali (Coris gaimard)
Keling Kuning (Halichoeres chrysus)
Keling hijau (Halichoeres schwartzi), dan lain sebagainya.

Sabtu, 05 Januari 2013

MENGENAL JENIS-JENIS IKAN ARWANA ASLI INDONESIA

Ikan Arwana yang merupakan ikan asli dari Indonesia masih menjadi primadona ikan hias air tawar yang sangat diminati masyarakat. Adanya mitos membawa rejeki dan bentuknya serta punya warna yang indah membuatnya selalu menjadi primadona. Ikan arwana yang termasuk dalam kategori hewan yang dilindungi di seluruh dunia. Indonesia merupakan negara yang paling banyak mempunyai jenis arwana, yang diantaranya telah dapat dibudidayakan secara komersiil.


Super Red Arwana

Arwana super red ini asli dari Indonesia. Di habitat aslinya banyak ditemui di sungai-sungai Kalimantan utamanya di Kalimantan bagian barat seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red). Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut.  Ikan arwana merah memiliki beberapa varietas diantaranya arwana warna merah darah (blood red), merah cabe/cabai (chili red), merah oranye (orange red) dan purple red.
Secara umum ikan Arwana merah, sejak kecil sudah memiliki warna merah pada sirip, ekor, dayung dan sungut. Sedangkan warna merah total pada badan akan muncul ketika arwan sudah berusia 3 – 4 tahun.

Golden Red Tail (RTG) Arwana

Arwana jenis ini di alam banyak ditemui habitat air tawa daerah Pekan Baru, Riau, Sumatera. Di pasar internasional Sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana).  Varietas arwana jenis ini berdasarkan warna dasarnya terdiri dari blue base, green base dan gold base. Kekurangan dari arwana ini adalah warna sisik pada umumnya tidak bisa sampai melewati punggung dan hanya sampai pada level sisik ke 4 (dihitung dari bawah badan ke atas).
Warna dasar sisik RTG bisa biru, hijau, atau emas. Begitu pula dengan warna bibir, ekor, dan sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan yang sangat mirip. RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dengan varietas cross back muda.

Jardini Arwana

Karakteristik arwana jenis ini memiliki warna dasar hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kuning ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini dapat dijumpai di Pulau Irian karena arwana ini sering pula disebut sebagai arwana irian. Jardini dibagi 2 jenis, yaitu warna dasar lebih gelap adalah Scleropaqges jardini dan yang memiliki dasar lebih terang adalah Scleropaqges leicharti.
Banjar Merah Arowana
Banjar Merah adalah nama dagang dari arwana perak asli kalimantan, banyak dikatakan merupakan varietas arwana merah kelas 2 dan diketahui bukan merupakan strain murni arwana merah. Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip yang orange pucat, ekor berwarna orange atau kuning, dan tidak memiliki warna merah di badan maupun di pipi. Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dengan Arwana Merah muda, sehingga tidak jarang hal ini dapat mengecoh para hobiis baru. Banjar dicirikan juga oleh bentuk kepala yang cenderung membulat dengan mulut yang tidak terlalu lancip.
Banjar red alias Arwana Perak termasuk ikan endemik pulau Kalimantan. Para hobiis dan penangkar Arwana mengenal spesies ini dengan sebutan Red Banjar. Tubuh Arwana Perak umumnya memanjang dengan warna hijau gelap pada bagian punggung. Sisik hampir  seluruhnya berwarna perak agak gelap dengan cincin sisik berwarna hijau zaitun yang samar.
Daerah hulu sungai besar yang berair tenang dan jernih dengan derajat keasaman air  (pH) lebih dari 6 merupakan habitat favorit bagi Arwana Perak. Kadang-kadang, Arwana Perak juga ditemukan di sungai yang mengalir deras. Jenis ini juga termasuk tipe mouth brooder yang melindungi telur dan juvenil-nya di dalam mulut. Telur Arwana perak tergolong besar dibandingkan jenis Arwana lainnya.
Saat ini dikenal 3 varian Arwana Perak berdasarkan warna sirip punggung, sirip anal dan sirip ekornya, yaitu: varian  Pino/Pinoh (Greytail silver), Banjar Kuning (yellowtail silver/Yellow Banjar) dan Banjar Merah (Redtail silver/Red Banjar).
Arwana Hijau
Arwana hijau ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, dan juga di beberapa tempat di Indonesia. Variasi penampakan dan warna bisa saja ditemukan di masing-masing daerah. Meskipun demikian secara umum dapat dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap pada ekor. Kepala dan mulutnya lebih besar dan lebih membulat dibandingkan dengan jenis arwana asia lainnya.
Itulah beberapa arwana yang populer di Indonesia dan oleh sebagian pembudidaya ikan hias ketiga jenis ikan arwana tersebut telah dapat dibudidayakan.  Ayo selamatkan biodiversitas Indonesia dengan membiakkan ikan Arwana yang sudah langka ini, jangan sampai punah di alam.